Rabu, 02 April 2014

Fenomena Calon Wakil Rakyat Karbitan



Dizaman sekarang ini, semua dibuat menjadi cepat dan instan. Termasuk juga calon wakil-wakil rakyat. Saat ini orang yang mempunyai uang dan kekuasaan bisa saja mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Entah memiliki kemampuan yang mumpuni atau tidak dalam bidang perpolitikan, asalkan mempunyai dana lebih dan sanggup memenuhi persyaratan maka lanjut saja.
Sekarang juga tak sedikit yang menggunakan ketenaran yang dimiliki untuk mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Ya, bisa dikatakan aji mumpung. Contohnya saja artis artis ibukota yang hanya mengandalkan ketenaran dan tidak memiliki basic dibidang politk.  atau seseorang yang namanya sedang populer karena tersangkut kasus yang kurang baik, misalkan masalah penipuan dengan dalih ilmu hitam, perselingkuhan, bahkan karena seringnya di expose di layar kaca langsung direkrut menjadi caleg. Padahal tidak memiliki basic di bidang politik sama sekali.
Dengan popularitas dan sepak terjang mereka di dunia hiburan, parpol tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra dalam mengkampanyekan mereka kepada masyarakat, khususnya di daerah. Namun, alasan popularitas itu menandakan bahwa perekrutan para artis dan selebritis sebagai caleg hanya strategi parpol untuk memenuhi target persyaratan pemenuhan kursi di DPR. Hal itu mengakibatkan kaderisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat tidak dijalankan dengan baik oleh partai politik. Lalu pertanyaanya Kalau sudah betul-betul menjadi wakil rakyat, apakah mereka bisa menyalurkan aspirasi masyarakat? Mau dibawa kemana negari ini nantinya?
Memang menjadi calon wakil rakyat itu hak setiap warga negara Indonesia. Tetapi juga harus mengukur dan mengetahui secara persis kemampuan yang dimiliki, terutama dalam bidang politik. Karena menjadi calon wakil rakyat itu bukan sebagai ajang untuk coba-coba belaka. Terdapat amanat yang besar dari rakyat di dalamnya.
Rakyat menggantungkan harapan yang begitu besar di pundak para wakil-wakilnya. Berharap agar para wakilnya bisa memeperjuangkan aspirasi mereka, hak-hak mereka, sehingga mereka bisa benar-benar merasakan kemerdekaan dengan hidup secara layak dan sejahtera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar