Dizaman
sekarang ini, semua dibuat menjadi cepat dan instan. Termasuk juga calon
wakil-wakil rakyat. Saat ini orang yang mempunyai uang dan kekuasaan bisa saja
mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Entah memiliki kemampuan yang mumpuni
atau tidak dalam bidang perpolitikan, asalkan mempunyai dana lebih dan sanggup
memenuhi persyaratan maka lanjut saja.
Sekarang
juga tak sedikit yang menggunakan ketenaran yang dimiliki untuk mencalonkan
diri menjadi wakil rakyat. Ya, bisa dikatakan aji mumpung. Contohnya saja artis
artis ibukota yang hanya mengandalkan ketenaran dan tidak memiliki basic
dibidang politk. atau seseorang yang
namanya sedang populer karena tersangkut kasus yang kurang baik, misalkan
masalah penipuan dengan dalih ilmu hitam, perselingkuhan, bahkan karena
seringnya di expose di layar kaca langsung direkrut menjadi caleg. Padahal
tidak memiliki basic di bidang politik sama sekali.
Dengan
popularitas dan sepak terjang mereka di dunia hiburan, parpol tidak perlu
mengeluarkan tenaga ekstra dalam mengkampanyekan mereka kepada masyarakat,
khususnya di daerah. Namun, alasan popularitas itu menandakan bahwa perekrutan
para artis dan selebritis sebagai caleg hanya strategi
parpol untuk memenuhi target persyaratan pemenuhan kursi di DPR.
Hal itu mengakibatkan kaderisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat tidak
dijalankan dengan baik oleh partai politik. Lalu pertanyaanya Kalau sudah
betul-betul menjadi wakil rakyat, apakah mereka bisa menyalurkan aspirasi masyarakat?
Mau dibawa kemana negari ini nantinya?
Memang
menjadi calon wakil rakyat itu hak setiap warga negara Indonesia. Tetapi juga
harus mengukur dan mengetahui secara persis kemampuan yang dimiliki, terutama
dalam bidang politik. Karena menjadi calon wakil rakyat itu bukan sebagai ajang
untuk coba-coba belaka. Terdapat amanat yang besar dari rakyat di dalamnya.
Rakyat
menggantungkan harapan yang begitu besar di pundak para wakil-wakilnya.
Berharap agar para wakilnya bisa memeperjuangkan aspirasi mereka, hak-hak
mereka, sehingga mereka bisa benar-benar merasakan kemerdekaan dengan hidup
secara layak dan sejahtera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar